45 Ide Lomba 17 Agustus yang Seru dan Asik

ide lomba 17 agustus helloswag.id

Written By Almer Ulul Al Bab

Almer Ulul Al Bab, penggemar jejepangan dan konser sejak 2016. Terbiasa mengurus konsep acara (RAB, rundown, lomba) dan hobi mengoleksi suvenir seminar sejak kuliah.

06/05/2026

Custum kalender tahun 2026

Daftar ini memberikan empat puluh ide lomba 17 Agustus yang seru dan asik untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia yang mencakup berbagai kategori usia dan lingkungan.

Setiap perlombaan menyertakan panduan teknis dan saran praktis untuk memastikan keamanan serta kelancaran acara. Informasi ini membantu penyelenggara menyiapkan peralatan yang tepat agar kegiatan tetap menghibur tanpa mengabaikan keselamatan.

Lomba 17 Agustus Untuk Umum

1. Balap Karung Pakai Helm

Menggabungkan elemen balap karung tradisional dengan unsur kekonyolan ala pembalap yang salah arena. Lomba ini dijamin bikin penonton tertawa melihat peserta kesulitan melompat sambil menahan beban helm di kepala.

  • Teknis: Peserta masuk ke karung goni hingga leher, berjongkok, lalu memakai helm full-face. Mereka harus melompat jongkok menuju garis finis.
  • Pengalaman: Gunakan karung plastik (karung beras) jika ingin gerakan lebih cepat dan licin, tapi karung goni jauh lebih tebal dan aman untuk mencegah lutut memar atau lecet.

2. Tarik Tambang Taktis

Bukan sekadar adu otot, lomba ini adalah ujian kekompakan dan strategi tim untuk menumbangkan pertahanan lawan secara bersamaan. Lomba epik ini selalu sukses menjadi tontonan utama di lapangan warga.

  • Teknis: Dua tim beradu kekuatan menarik tali tambang tebal di lapangan tanah atau rumput.
  • Pengalaman: Wajibkan peserta pakai sepatu dan bagikan sarung tangan kain murah. Sering kali sebuah tim menyerah bukan karena kurang tenaga, tapi karena telapak tangan mereka sudah lecet duluan akibat gesekan tali.

3. Perang Bantal di Atas Air/Lumpur

Ajang adu ketangkasan bertahan di atas medan yang licin dan goyah sambil menerima serangan pukulan bantal dari lawan. Siap-siap menertawakan ekspresi kaget peserta saat akhirnya hilang keseimbangan dan tercebur!

  • Teknis: Dua peserta duduk di atas batang bambu/pipa besar yang melintang di atas kolam air atau lumpur. Mereka saling pukul menggunakan bantal kapuk sampai salah satu jatuh.
  • Pengalaman: Kuncinya bukan pada kerasnya pukulan, melainkan keseimbangan inti tubuh (otot perut). Pukulan ringan yang mengincar bahu lawan saat mereka sedang lengah justru lebih efektif bikin jatuh.

4. Panjat Pinang Formasi

Lomba penutup puncak acara 17-an yang menuntut kerja sama dan pengorbanan tingkat tinggi. Tidak ada yang bisa mencapai puncak sendirian tanpa pundak teman-temannya.

  • Teknis: Memanjat pohon pinang yang sudah dilumuri oli atau pelumas untuk memperebutkan hadiah-hadiah yang digantung di puncaknya.
  • Pengalaman: Jangan biarkan peserta memanjat asal-asalan karena akan cepat lelah. Harus ada formasi piramida yang solid: 3 orang berbadan paling gempal di bawah sebagai pondasi dasar, baru peserta yang berbadan kecil ringan memanjat ke atas.

5. Balap Bakiak / Terompah Panjang

Lomba yang menguji sinkronisasi dan ritme langkah antarkepala. Satu orang salah langkah, seluruh tim dipastikan akan tersungkur mencium tanah bersama-sama.

  • Teknis: 3-4 orang memakai satu sandal papan kayu panjang dan harus berjalan bersamaan menuju garis finis tanpa boleh terlepas.
  • Pengalaman: Tim yang menang biasanya bukan yang jalannya paling cepat, tapi yang punya satu “komandan” di paling belakang yang rajin berteriak “Kiri! Kanan! Kiri!” dengan ritme yang sangat stabil.

6. Makan Kerupuk Mata Tertutup

Ini bisa dibilang lomba yang paling low budget tapi tetap penuh tantangan, karena mata peserta harus ditutup sehingga mereka tidak tahu ada di mana letak kerupuk yang harus mereka makan.

  • Teknis: Modifikasi lomba klasik. Kerupuk digantung, dan peserta ditutup matanya menggunakan kain.
  • Pengalaman: Panitia jangan menggantung tali rafia terlalu tinggi. Tinggi kerupuk harus sejajar dengan mulut karena proses pencarian kerupuk dengan mata tertutup saja sudah sangat memakan waktu.

7. Gigit Koin di Buah Melon

Ajang cemong-cemongan wajah demi mendapatkan beberapa keping koin berharga. Lomba ini paling disukai anak muda karena tidak butuh keahlian fisik, hanya butuh urat malu yang putus.

  • Teknis: Koin ditancapkan ke buah melon atau pepaya yang sudah dilumuri cairan pekat. Peserta harus mencabut koin dari buah tersebut murni hanya menggunakan gigi.
  • Pengalaman: Menggunakan cokelat cair atau kopi bubuk kental jauh lebih disarankan daripada menggunakan oli motor, karena lebih aman jika tidak sengaja tertelan dan jauh lebih mudah dibersihkan dari wajah.

8. Estafet Pindah Air di Atas Kepala

Menguji tingkat kepercayaan pada rekan setim agar tidak mandi air basah kuyup di siang bolong. Miskomunikasi sedikit saja, air dari gayung pasti akan mengguyur kepala teman di belakangnya.

  • Teknis: Duduk berbaris ke belakang 5 orang. Orang terdepan mengambil air dari ember, lalu menuangkannya ke belakang tanpa menoleh ke arah teman yang menadah.
  • Pengalaman: Selalu letakkan anggota tim yang paling tenang dan tidak mudah panik di posisi paling belakang. Karena air sangat sering tumpah ke wajah, pastikan ada larangan memakai pakaian berwarna putih tembus pandang!

9. Menangkap Belut Tangan Kosong

Ujian keberanian dan kecepatan untuk menaklukkan hewan air super licin. Suasana akan makin ricuh saat belutnya terjatuh ke tanah dan meliuk-liuk menghindari tangkapan.

  • Teknis: Memindahkan belut yang masih hidup dari ember berlumpur ke dalam botol kosong hanya dalam waktu 2 menit.
  • Pengalaman: Karena belut sangat licin, berikan trik ini: tangan peserta harus diusapkan ke tanah kering terlebih dulu agar kulit tangan menjadi lebih kesat saat mencengkeram badan belut.

10. Lari Kelereng Rintangan

Lomba yang membutuhkan tingkat kefokusan luar biasa untuk menjaga keseimbangan. Membawa kelereng di atas sendok saja sudah sulit, apalagi jika harus melewati jalur rintangan yang berkelok.

  • Teknis: Peserta berjalan membawa kelereng di atas sendok yang digigit ujungnya, lalu bermanuver melewati botol atau cone secara zig-zag.
  • Pengalaman: Berjalan cepat dengan ritme tubuh yang stabil jauh lebih aman. Peserta yang mencoba berlari terburu-buru pasti akan menjatuhkan kelerengnya karena getaran ekstra pada rahang.

Baca Juga: Contoh RAB Lomba Badminton Lengkap .Doc

Lomba 17 Agustus Untuk Anak-Anak

11. Pecah Balon Air

Ajang anak-anak bermain ala piñata versi kearifan lokal. Lomba ini sangat menyegarkan dan memberikan kejutan seru saat air dari balon akhirnya pecah mengguyur tubuh mereka.

  • Teknis: Anak ditutup matanya, diputar tubuhnya 3 kali untuk disorientasi ringan, lalu berjalan lurus memukul balon air yang digantung menggunakan pelepah pisang atau batang kayu ringan.
  • Pengalaman: Anak-anak sangat mudah bingung arah. Panitia harus mengatur agar penonton tidak terlalu bising atau memberi aba-aba palsu, karena anak bisa menangis akibat frustrasi di tengah lapangan.

12. Mengumpulkan Bola Sesuai Warna

Permainan seru yang tidak sekadar adu cepat, tapi juga mengedukasi anak balita soal kecermatan pengelompokan warna di bawah tekanan waktu.

  • Teknis: Ratusan bola plastik warna-warni disebar acak. Anak usia balita/TK harus memungut bola warna tertentu (misal: hanya warna merah) dan memasukkannya ke keranjang mereka.
  • Pengalaman: Durasi lomba jangan lebih dari 2 menit agar anak tidak cepat kelelahan. Lomba ini sangat melatih motorik kasar tanpa risiko cedera.

13. Masukkan Paku ke Dalam Botol

Sebuah ujian kesabaran bergoyang pinggul dan berjongkok demi memasukkan objek mungil ke lubang sempit. Anak yang cerdik biasanya tahu kapan harus diam mematung agar paku tidak berayun kencang.

  • Teknis: Paku diikat seutas benang dan digantung di belakang punggung peserta (diikat di perut). Peserta membelakangi botol kosong dan mencoba memasukkan pakunya.
  • Pengalaman: Wajib menggunakan botol beling (seperti botol kaca bekas sirup atau kecap). Jika menggunakan botol plastik, botol akan sangat mudah tertiup angin atau terjatuh saat tersenggol paku.

14. Pindah Air Menggunakan Spons

Balap lari basah-basahan andalan anak-anak yang selalu memancing kehebohan. Siapa yang larinya paling kencang dan perasannya paling kuat, dialah juaranya.

  • Teknis: Anak berlari dari garis start mencelupkan spons ke ember besar, lalu berlari memerasnya ke botol kosong atau gelas takar di garis finish.
  • Pengalaman: Gunakan spons cuci mobil yang ukurannya cukup besar. Spons besar menyerap air lebih banyak, sehingga anak cepat merasakan kepuasan pencapaian saat melihat botolnya lekas terisi air.

15. Mewarnai Tema Kemerdekaan

Momen relaksasi yang tenang bagi anak-anak untuk mengekspresikan imajinasi dan kreativitas seni mereka tanpa perlu berlarian berkeringat.

  • Teknis: Lomba duduk manis berkelompok mewarnai sketsa gambar pahlawan, upacara bendera, atau ornamen kemerdekaan menggunakan krayon.
  • Pengalaman: Panitia wajib menyediakan meja lipat kecil (tray) atau papan ujian keras. Menggambar hanya dengan beralaskan lantai atau aspal bergelombang akan membuat hasil pulasan krayon menjadi jelek dan bolong-bolong.

16. Joget Balon Berpasangan

Lomba lucu yang menuntut anak-anak menahan tawa sekaligus menahan pergerakan tubuh agar balon penentu kemenangan tidak merosot jatuh ke tanah.

  • Teknis: Balon dijepit di antara perut atau dahi dua orang anak. Mereka diwajibkan berjoget atraktif saat musik diputar, dan langsung diam mematung saat musik dimatikan.
  • Pengalaman: Jangan meniup balon terlalu penuh (maksimal 70% saja). Balon yang terlalu keras dan tipis akan sangat mudah meledak saat anak-anak tidak sengaja menempelkan badan terlalu kuat.

17. Ambil Koin di Tumpukan Tepung

Inilah pabrik penghasil wajah “tuyul” berbedak cemong kesukaan anak-anak. Lomba ini legendaris karena wajah panik anak yang mencari koin selalu berhasil membuat penonton tertawa ngakak.

  • Teknis: Beberapa keping koin disebar di piring plastik, lalu ditimbun dengan tepung terigu yang tebal. Anak hanya boleh mencari koin tersebut menggunakan mulutnya tanpa bantuan tangan.
  • Pengalaman: Ingatkan anak-anak berulang kali untuk menarik napas dulu sebelum menundukkan wajah. Kalau tidak, bubuk tepung bisa terhirup ke hidung dan membuat mereka bersin atau tersedak. Selalu sediakan handuk basah di dekat arena!

18. Susun Puzzle Pahlawan

Lomba asah otak yang edukatif. Selain menumbuhkan jiwa kompetitif, anak-anak juga belajar mengingat kembali wajah-wajah tokoh penting sejarah kemerdekaan.

  • Teknis: Anak secara individu atau tim menyusun potongan gambar acak dari pahlawan nasional atau peta Indonesia berukuran kertas A3.
  • Pengalaman: Untuk anak usia SD tingkat awal, potong gambar puzzle maksimal menjadi 15-20 bagian saja. Jika terlalu detail dan kecil, anak-anak akan kehilangan minat karena merasa terlalu sulit untuk diselesaikan.

19. Lomba Tiup Balon Terbesar

Adu kapasitas paru-paru sampai batas maksimal. Lomba ini sederhana tapi suasananya sangat menegangkan karena penonton terus menunggu kapan balonnya akan meledak!

  • Teknis: Anak-anak berjejer dan berlomba meniup balon karet. Balon yang diameternya paling besar membulat (tanpa meledak) hingga batas waktu habis, dialah pemenangnya.
  • Pengalaman: Trik krusial bagi panitia: wajib meregangkan atau menarik-narik balonnya terlebih dahulu sebelum dibagikan ke peserta. Karet yang sudah lentur akan jauh lebih empuk dan mudah ditiup oleh anak-anak.

20. Menyusun Kata “M-E-R-D-E-K-A”

Aksi berburu harta karun huruf yang menyenangkan sekaligus melatih kemampuan mengeja anak-anak dengan cara yang lebih interaktif daripada belajar di kelas.

  • Teknis: Anak-anak berlarian mencari tumpukan balok huruf yang sengaja disembunyikan panitia di area lapangan rumput, lalu menyusunnya menjadi kata yang ditentukan.
  • Pengalaman: Sangat direkomendasikan untuk anak kelas 1-2 SD. Namun, pastikan area pencarian (hunting ground) sudah dibersihkan dan aman dari duri, pecahan kaca, atau batu tajam yang berbahaya bagi anak.

Baca Juga: Contoh TOR Lomba Badminton .Doc

Lomba 17 Agustus Untuk Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu

21. Futsal Pakai Daster

Ajang bapak-bapak rela menanggalkan gengsi dan wibawa demi memperebutkan bola dengan mengenakan seragam daster andalan emak-emak. Kelincahan mereka akan sangat diuji di sini!

  • Teknis: Bapak-bapak bertanding futsal lapangan kecil, namun diwajibkan menggunakan daster milik istrinya masing-masing.
  • Pengalaman: Sortir kostum pesertanya! Pastikan kepanjangan daster maksimal hanya sampai sebatas betis kaki. Jika ada daster yang menyentuh tanah, peserta akan sangat mudah tersandung ujung kain dan mengalami cedera lutut.

22. Rias Istri Mata Tertutup

Eksperimen kecantikan paling berisiko tinggi yang dijamin membuat wajah para istri menjadi kanvas abstrak. Suami yang biasanya cuek dengan kosmetik, kini dipaksa menjadi makeup artist dadakan.

  • Teknis: Mata suami ditutup kain rapat, lalu diberikan set alat makeup standar (bedak tabur, lipstik merah cerah, pensil alis). Suami harus meraba dan merias wajah istrinya sebaik mungkin.
  • Pengalaman: Ini selalu menjadi lomba terheboh dan paling ditunggu. Sebagai panitia yang baik, persiapkan berbungkus-bungkus tisu basah khusus makeup remover agar ibu-ibu tidak perlu pulang dengan wajah cemong menakutkan.

23. Voli Net Terpal / Tertutup

Pertandingan voli penuh kejutan karena pemain tidak bisa melihat formasi maupun gerakan tipuan (smash) dari lawan sama sekali. Mengandalkan insting dan refleks kilat!

  • Teknis: Bermain bola voli secara berkelompok, namun jaring net diganti sepenuhnya menggunakan kain terpal raksasa atau banner bekas yang menutupi pandangan ke seberang lapangan.
  • Pengalaman: Reaksi kaget dan lompatan panik peserta saat bola tiba-tiba melayang tinggi dari balik terpal adalah letak komedi utamanya. Pastikan menggunakan bola plastik ringan atau bola karet empuk agar hidung peserta tidak cedera jika telat menangkis.

24. Lomba Nyuapin Pisang Mata Tertutup

Tes kekompakan dan navigasi chemistry pasangan suami istri yang acap kali berujung dengan saling menjejalkan pisang ke hidung, pipi, atau dahi pasangan secara brutal.

  • Teknis: Suami istri duduk santai berhadapan dengan jarak setengah meter. Keduanya ditutup matanya pakai kain, lalu memegang satu buah pisang utuh kupas untuk disuapkan perlahan ke mulut pasangannya.
  • Pengalaman: Gunakan pisang ambon atau pisang susu matang yang teksturnya sangat lembek. Pisang jenis ini jauh lebih aman jika tidak sengaja bertabrakan atau mencolok area sekitar mata dan hidung pasangan.

25. Balap Kardus Menggelinding (Tank Kardus)

Lomba merangkak buta di dalam roda tank kardus yang tidak hanya menguras keringat luar biasa, tetapi juga membuat kepala pusing tujuh keliling saat akhirnya tiba di garis finis.

  • Teknis: Potongan kardus-kardus besar disambung dan direkatkan membentuk silinder raksasa melingkar. Peserta masuk ke dalamnya dan bergerak maju merangkak mendorong kardusnya berputar bak roda.
  • Pengalaman: Pemilihan area lomba adalah syarat mutlak! Permukaan lintasan harus benar-benar mulus (seperti lantai semen rata atau lapangan rumput tebal). Melakukannya di aspal jalanan berkerikil akan membuat telapak tangan dan lutut peserta sangat kesakitan tergilas kardus.

26. Minum Susu dari Dot Bayi

Momen lucu bernostalgia ke masa balita. Kekuatan rahang para bapak-bapak akan diuji keras demi memenangkan lomba adu cepat menghisap cairan manis ini.

  • Teknis: Bapak-bapak duduk berbaris manis lalu berlomba menghabiskan sebotol susu, teh manis, atau kopi dari botol dot bayi berukuran sedang.
  • Pengalaman: Panitia jangan pernah memotong atau memperbesar lubang karet pada dot! Biarkan kecil alami apa adanya agar para bapak harus mengeluarkan tenaga sedotan luar biasa (wajah ngotot mereka saat menyedot inilah yang bikin warga tertawa puas).

27. Lomba Kupas Apel Tanpa Putus

Adu ketelitian, ketelatenan, dan tingkat kesabaran tingkat dewa ala koki dapur. Sedikit saja tangan tremor atau kehilangan fokus, maka putuslah sudah harapan kemenangan.

  • Teknis: Ibu-ibu ditantang mengupas sebutir apel merah bundar dengan pisau. Panitia akan mengukur hasil kupasan. Kulit paling panjang yang terulur tanpa putus adalah pemenang mutlak.
  • Pengalaman: Panitia sering kali diprotes jika pisau yang disediakan tumpul. Sebaiknya bebaskan peserta membawa dan menggunakan pisau kupas (pisau paring) kesayangan mereka dari rumah masing-masing agar lombanya fair.

28. Tebak Bumbu Dapur (Mata Tertutup)

Ujian jam terbang emak-emak di dapur. Lomba ini sekilas mudah, namun ketiadaan indra penglihatan sering kali mengacaukan memori aroma di otak.

  • Teknis: Mata peserta ditutup rapat. Di depan mereka disediakan mangkuk-mangkuk kecil berisi aneka rempah atau bumbu. Ibu-ibu harus meraba dan mencium aromanya untuk menebak nama bumbu dengan tepat.
  • Pengalaman: Tingkatkan level kesulitannya! Berikan bumbu pengecoh yang bentuk rabaannya sangat mirip saat mata tertutup, misalnya memaksa mereka membedakan biji ketumbar dengan merica putih, atau membedakan tektur lengkuas utuh dengan jahe.

29. Tahan Tawa Saling Tatap

Perang psikologis paling intens yang menuntut peserta mengendalikan otot wajah di tengah berbagai gempuran humor. Semakin mereka menahan tawa, biasanya tawanya akan pecah makin dahsyat.

  • Teknis: Dua orang peserta duduk saling berhadapan dalam jarak dekat. Selama durasi yang ditentukan, penonton maupun panitia akan mengeluarkan segala cara konyol untuk membuat mereka tertawa. Yang duluan memperlihatkan senyum tersipu, langsung didiskualifikasi.
  • Pengalaman: Trik paling jitu: Panitia cukup menempelkan lakban di hidung sendiri hingga ke dahi (membentuk hidung babi), lalu menatap tajam para peserta. Dijamin pertahanan peserta akan langsung jebol dalam hitungan 5 detik!

30. Fashion Show Barang Bekas

Ajang prestisius unjuk gigi kreativitas warga lokal menyulap limbah menjadi gaun haute couture yang memukau. Berjalan di catwalk gang tak pernah seseru ini!

  • Teknis: Ibu-ibu (dan terkadang bapak-bapak) melenggang bak model profesional mengenakan busana yang sepenuhnya dirangkai dari tumpukan koran bekas, bungkus kopi, atau karung plastik daur ulang.
  • Pengalaman: Suasana lomba ini sangat bergantung pada iringan musik. Jangan lupa menyiapkan speaker besar (sound system) yang memutar lagu dangdut remix atau lagu viral TikTok agar para “model” bisa berjalan sambil pamer goyangan.

Baca Juga: Contoh RAB Lomba Hari Kartini Lengkap .Doc

Lomba 17 Agustus Indoor dan Kantoran

31. Balap Kursi Kerja Beroda

Menyulap lorong membosankan di kantor menjadi sirkuit balap dadakan berbekal kendaraan operasional harian karyawan. Lomba yang sederhana tapi sukses memacu adrenalin!

  • Teknis: Peserta duduk di atas kursi putar kantornya masing-masing. Mereka harus bergerak dari ujung ruangan ke ujung lainnya murni dengan gaya dorongan/tarikan kaki ke lantai.
  • Pengalaman: Ini wajib dilaksanakan di ruangan berlantai karpet tebal atau vinyl mulus. Hal terpenting: Singkirkan seluruh untaian kabel laptop dan ekstensi dari area lintasan karena roda kursi yang melilit kabel bisa menyebabkan server mati atau layar monitor terjatuh!

32. Tebak Kebiasaan Teman Kantor

Inilah ice breaker nomor satu paling ampuh di lingkungan kantor. Lomba gosip sehat ini membongkar rahasia-rahasia dan tabiat konyol rekan kerja satu tim yang mungkin belum banyak disadari orang.

  • Teknis: Setiap karyawan menulis satu rahasia unik tentang dirinya secara anonim di kertas kecil. Panitia membacakan isinya, dan seluruh staf harus berebut menebak siapa pemilik kebiasaan tersebut dengan cepat.
  • Pengalaman: Jaga agar suasananya tetap positif. Beri brief awal agar peserta tidak menulis hal-hal sensitif tentang privasi atau nominal gaji. Fokuskan pada hal receh (misal: “Suka diam-diam menimbun stok saus sambal restoran di laci meja paling bawah”).

33. Mengetik Buta & Cepat

Ajang adu kebanggaan skill dewa para pekerja kerah putih. Di lomba inilah kecepatan dan presisi jari menari di atas tuts tanpa melihat diuji habis-habisan.

  • Teknis: Menggunakan laptop atau PC kantor, peserta diminta menyalin ulang teks panjang (misal naskah Proklamasi atau teks UUD) dengan posisi layar monitor ditutup kain gelap/dimatikan sementara.
  • Pengalaman: Panitia harus memberikan naskah yang sudah dicetak di kertas agar bisa dibaca peserta. Kriteria pemenangnya jangan sekadar siapa yang paling cepat menekan tombol ‘Enter’, tapi justru pada siapa yang tulisan akhirnya paling rapi tanpa banyak typo huruf.

34. Tebak Kata Headset (Kantor)

Bermain pesan berantai versi modifikasi yang menguji kemampuan membaca gerak bibir. Sering kali berujung pada tebakan ngawur yang bikin satu ruangan terpingkal-pingkal.

  • Teknis: Estafet memindahkan sebuah pesan rahasia antarkaryawan sambil mengenakan headphone yang memutar musik dengan volume kencang (sehingga tidak bisa mendengar suara luar sama sekali).
  • Pengalaman: Agar relate dan lebih lucu, gunakan kalimat soal keluh kesah khas pekerja kantoran. (Misalnya: “Revisi deadline desain diajukan lusa”, “Sistem fingerprint eror lagi”, atau “Minta tolong bos potong budget“).

35. E-Sport Kemerdekaan (Mobile Legends/PUBG)

Mewadahi kompetisi resmi bagi para karyawan yang biasanya diam-diam hobi push rank sembunyi-sembunyi saat jam istirahat atau makan siang tiba.

  • Teknis: Turnamen mini atau laga mabar game online populer yang mengadu skill antardivisi (misal tim divisi IT melawan tim divisi Marketing).
  • Pengalaman: Jangan biarkan ini terkesan asik sendiri-sendiri! Panitia sebaiknya menayangkan tampilan dari mode penonton (spectator mode) ke layar proyektor besar di ruang meeting, agar rekan divisi lain yang tidak ikut bermain bisa menyoraki layaknya nonton bareng piala dunia.

36. Lomba Menyusun Piramida Gelas Kertas

Permainan keseimbangan tangan dan strategi presisi yang dijamin bikin senam jantung setiap kali melihat bangunan gelas nyaris roboh sebelum fondasi puncaknya selesai.

  • Teknis: Menyusun formasi piramida segitiga besar dari puluhan gelas kopi kertas (paper cup), dan peserta diwajibkan untuk membongkarnya kembali masuk ke dalam satu tumpukan rapi dalam satu rentang waktu pendek.
  • Pengalaman: Ini syarat mutlak: Matikan embusan pendingin ruangan (AC) sentral atau kipas angin di ruang lomba sementara waktu! Embusan angin yang pelan sekalipun sering kali cukup kuat untuk merobohkan susunan puncak gelas dan membuat emosi peserta meledak.

37. Lomba Yel-Yel Antar Divisi

Ajang menantang kekompakan, keberanian tampil, dan kelucuan koreografi antartim yang biasanya selalu terlihat berwajah tegang dan kaku di setiap meeting mingguan.

  • Teknis: Setiap divisi diberi alokasi waktu 2-3 menit di panggung kecil depan kantor untuk menampilkan yel-yel yel nyanyian bertemakan hari kemerdekaan sekreatif mungkin.
  • Pengalaman: Bebaskan dan dorong tim untuk memanfaatkan properti seadanya dari area kantor (memukul galon air mineral kosong, panci dapur pantry, atau formasi sapu lantai). Kehebohan menggunakan barang-barang inilah yang membuat hasilnya jauh lebih epik di luar ekspektasi!

38. Estafet Karet Gelang dengan Sedotan

Ujian kesabaran dan chemistry antar rekan kerja berjuang memindahkan benda membal ini ke tujuan akhir murni tanpa menggunakan sentuhan tangan sedikit pun.

  • Teknis: Karyawan berdiri berbaris rapi, memindahkan satu gelang karet dari rekan satu ke rekan lainnya hanya dengan mengaitkan karet ke sebatang sedotan plastik panjang yang digigit di mulut.
  • Pengalaman: Momen paling komedi dari lomba ini akan tercipta jika panitia mengatur posisi barisan estafet yang mencolok perbedaan tinggi badannya (misalnya anak magang yang sangat tinggi bertugas mengoper karet ke manajer yang bertubuh mungil)—ciptakan momen jinjit dan membungkuk ekstrem!

39. Fotografi Candid Konyol Momen Sibuk

Ajang mengabadikan realita kehidupan pekerja tanpa filter. Pameran aib lucu dari rekan kerja yang sangat menghibur untuk dinikmati seluruh staf perusahaan.

  • Teknis: Lomba candid diam-diam di mana karyawan mengambil foto komuk (wajah konyol) rekan kerja lainnya, entah saat sedang mangap tertidur di jam istirahat, atau berwajah super tegang saat pusing menatap layar komputernya.
  • Pengalaman: Penilaian bisa dilakukan dengan menampilkan seluruh file kiriman kandidat di smart TV lounge kantor atau melalui presentasi proyektor pada puncak acara. Momen melihat ekspresi aib masing-masing ini ketawanya sangat awet berhari-hari.

40. Cerdas Cermat Trivia Perusahaan

Kuis hibrida yang secara cerdik mencampurkan antara pertanyaan sejarah kemerdekaan nasional dengan wawasan trivia unik seputar seluk-beluk kantor tempat mereka mengabdi setiap hari.

  • Teknis: Format kuis cepat tangkas saling berebut membunyikan bel meja atau menekan aplikasi buzzer di HP saat pertanyaan dibacakan panitia.
  • Pengalaman: Jangan jadikan lombanya membosankan seperti soal tes CPNS! Sisipkan setidaknya 30% pertanyaan nyeleneh dan kocak seperti: “Apa warna helm satpam pos depan hari ini?”, “Siapa nama lengkap dari OB kantor lantai 3?”, atau “Berapa jumlah total anak tangga dari lantai 1 ke rooftop?”.

Baca Juga: Contoh TOR Lomba Catur Lengkap .Doc

Lomba 17 Agustus Estetika, Kognitif & Digital

41. Lomba Dekorasi Meja Kerja / Gapura

Menyulap kubikel kerja yang kaku dan membosankan, atau gapura gang perumahan, menjadi instalasi seni bernuansa merah putih yang meriah sebagai pengobar semangat patriotisme harian.

  • Teknis: Menghias area meja kubikel kantor (untuk karyawan) atau menghias lorong gapura RT (untuk warga) menggunakan pita, ornamen styrofoam, bendera plastik, hingga lampu led strip meriah.
  • Pengalaman: Catatan penting bagi staf gedung: Larang keras peserta menggunakan double tape busa tebal warna hitam/hijau atau lem alteco super pada furnitur meja kayu/aset besi perusahaan, karena nantinya akan meninggalkan bekas residu parah dan lapisan cat kayu bisa ikut terkelupas.

42. Tebak Penggalan Film Kemerdekaan

Kuis nostalgia santai yang sangat menghibur menguji wawasan peserta mengenai karya sinematik tentang peperangan dan pahlawan nasional kebanggaan bangsa.

  • Teknis: Panitia memotong dan memutarkan klip singkat (maksimal 5 detik pertama) dari adegan film legendaris seperti trilogi “Merah Putih”, “Soekarno”, atau “Kartini”, lalu tim peserta berebut menebak judul akurat dari cuplikan tersebut.
  • Pengalaman: Lomba indoor yang kalem ini sangat pas diselipkan untuk suasana santai (seperti pendinginan setelah istirahat makan siang). Agar suasana lebih menegangkan layaknya kuis di TV, terapkan sistem poin minus jika ada regu yang berani menjawab tapi tebakannya keliru.

43. Lomba Tiktok / Reels Kemerdekaan

Ajang unjuk kreativitas bagi para karyawan dan generasi muda untuk berkarya di media sosial, sekaligus menjadi senjata branding digital perusahaan yang sangat efektif jika di kantor.

  • Teknis: Menyulap sudut kantor/lingkungan menjadi studio mini untuk merekam konten video vertikal yang sedang tren, bisa berupa tantangan challenge, drama pendek 17-an, atau transisi busana bertema merah putih.
  • Pengalaman: Beri aturan batasan durasi maksimal video 60 detik saja. Video pendek jauh lebih padat dan tidak akan membuat penonton mengantuk saat sesi penjurian atau pemutaran nobar hasil karya di proyektor besar pada puncak acara tiba.

44. Menyusun Kata “Merdeka” dari Barang Bekas

Lomba estetik yang menuntut kemampuan otak kanan dengan merangkai ulang barang bekas yang bertebaran menjadi sebuah tipografi seni instalasi daur ulang (zero waste) yang sangat unik.

  • Teknis: Setiap regu diwajibkan mencari berbagai bahan bekas terbuang (botol plastik kosong, sisa potongan daun/rumput, klip kertas, hingga pulpen bekas), lalu merangkainya secara flatlay di atas lantai membentuk kata “MERDEKA” raksasa.
  • Pengalaman: Ini sama sekali bukan lomba adu lari maraton! Porsi besar penilaian juri harus berfokus penuh pada sisi kreativitas penggunaan limbah yang out-of-the-box, keseimbangan warna, dan keindahan kerapian instalasi akhirnya.

45. Lomba Karaoke Lagu Nasional dan Daerah

Puncak acara penutup pamungkas yang menyatukan semua peserta menjadi satu area perayaan. Lomba ini menjadi panggung untuk melampiaskan stres sekaligus menghidupkan kecintaan terhadap budaya lisan Indonesia.

  • Teknis: Bernyanyi ria membawakan tembang lagu daerah atau lagu perjuangan versi remix menggunakan iringan musik tanpa vokal utama (trek minus one karaoke), bisa dikemas secara solo maupun tampil heboh berduet dengan busana senada.
  • Pengalaman: Tolok ukur kemenangannya tidak boleh terlalu kaku meniru gaya juri ajang pencarian bakat serius. Daripada hanya mencari vokalis bernada absolut (pitch perfect), sediakan hadiah khusus untuk “Penampilan Paling Eksentrik”, di mana nilai tertingginya dinilai langsung berdasarkan seberapa lebay gaya panggungnya atau seberapa heboh goyangannya yang berhasil menyedot penonton ikut berdendang!

Baca Juga: Contoh TOR Lomba Desain .Doc

Bikin Souvenir Event Lomba 17 Agustus di Hello Swag

Itulah daftar empat puluh lima ide lomba 17 agustus yang bisa kamu gunakan agar acaranya semakin seru. Jangan lupa juga untuk menyiapkan segala keperluannya mulai dari rundown, TOR, struktur panitia, dan sampai ke hadiah lomba.

Kalau kamu butuh konsultan souvenir event custom untuk lomba 17 agustus maka bisa langsung hubungi customer service hello swag di bawah ini.

Seminar kit custom
banner cari souvenir di helloswag aja helloswag.id
Souvenir Event

Mungkin Kamu Juga Butuh

30 Caption 17 Agustus untuk Media Sosial

30 Caption 17 Agustus untuk Media Sosial

Menyambut peringatan kemerdekaan pastinya jadi waktu yang pas buat meramaikan media sosial dengan semangat nasionalisme. Biar unggahanmu makin keren dan penuh makna, helloswag sudah merangkum 30 inspirasi caption 17 Agustus untuk media sosial yang ceria dan estetik....

Rekomendasi Doorprize untuk Acara Agustusan

Rekomendasi Doorprize untuk Acara Agustusan

Selain upacara bendera, kemeriahan lomba 17 Agustus identik dengan pembagian undian yang dinantikan warga maupun karyawan. Agar peserta makin di lombanya, panitia perlu menyusun rekomendasi doorprize untuk acara Agustusan secara matang. Sebagai referensi, berikut 10...

Susunan Acara 17 Agustus yang Seru dan Rapi

Susunan Acara 17 Agustus yang Seru dan Rapi

Bulan Agustus selalu identik dengan semarak perayaan kemerdekaan yang dinantikan seluruh warga. Di balik kemeriahan tersebut, panitia biasanya merancang kegiatan agar berjalan lancar sejak pagi. Kunci utama kesuksesan ini tentu berawal dari sebuah susunan acara 17...